Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Majapahit: Kekuatan Politik Dan Kultural Nusantara

Terbit : Sabtu, 16 Maret 2024 - Kategori : Blog

Majapahit: Kekuatan Politik dan Kultural Nusantara

Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Nusantara pada abad ke-13 hingga ke-16. Kerajaan ini dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia, dengan pengaruh politik dan kultural yang luas.

Kekuatan Politik

Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, seorang bangsawan Singasari yang berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Di bawah kepemimpinan Raden Wijaya dan penerusnya, Majapahit mengalami masa keemasan pada abad ke-14 dan ke-15.

Kekuatan politik Majapahit didasarkan pada sistem pemerintahan yang terpusat dan birokrasi yang efisien. Kerajaan ini memiliki wilayah yang luas, meliputi sebagian besar Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Majapahit juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain di Asia, seperti Tiongkok, India, dan Siam.

Untuk memperkuat kekuasaannya, Majapahit menerapkan sistem vasal, di mana kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara menjadi bawahan Majapahit dan harus membayar upeti. Selain itu, Majapahit juga memiliki pasukan yang kuat, baik angkatan darat maupun angkatan laut.

Kekuatan Kultural

Selain kekuatan politiknya, Majapahit juga dikenal sebagai pusat kebudayaan Nusantara. Kerajaan ini menjadi tempat berkembangnya seni, sastra, dan agama.

Dalam bidang seni, Majapahit menghasilkan karya-karya arsitektur yang mengagumkan, seperti Candi Penataran dan Candi Tikus. Kerajaan ini juga dikenal dengan seni pahat dan kerajinan tangannya yang indah.

Di bidang sastra, Majapahit menghasilkan karya sastra klasik yang terkenal, seperti Nagarakretagama dan Sutasoma. Karya-karya ini memberikan gambaran tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat Majapahit.

Dalam bidang agama, Majapahit menganut agama Hindu-Buddha. Agama-agama ini berdampingan secara harmonis dan saling mempengaruhi. Majapahit juga menjadi pusat penyebaran agama Islam di Nusantara.

Pengaruh Majapahit

Kekuatan politik dan kultural Majapahit memberikan pengaruh yang luas di Nusantara. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan, serta menjadi model bagi kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Pengaruh Majapahit dapat dilihat dalam berbagai aspek, seperti sistem pemerintahan, seni, sastra, dan agama. Kerajaan-kerajaan setelah Majapahit, seperti Demak dan Mataram, banyak mengadopsi unsur-unsur kebudayaan Majapahit.

Kesimpulan

Majapahit adalah kerajaan yang memainkan peran penting dalam sejarah Nusantara. Kekuatan politik dan kulturalnya menjadikan Majapahit sebagai pusat peradaban dan pengaruh di Nusantara. Warisan Majapahit masih dapat dirasakan hingga saat ini, baik dalam aspek politik, budaya, maupun sosial.

FAQ Unik Setelah Kesimpulan

  1. Apakah Majapahit pernah menaklukkan seluruh Nusantara?

    • Tidak, meskipun Majapahit memiliki pengaruh yang luas, kerajaan ini tidak pernah menaklukkan seluruh Nusantara.
  2. Siapa tokoh paling terkenal dari Majapahit?

    • Raden Wijaya, pendiri Majapahit, dan Gajah Mada, patih yang terkenal dengan Sumpah Palapa.
  3. Apakah Majapahit memiliki hubungan dengan Tiongkok?

    • Ya, Majapahit menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan bahkan mengirim utusan ke istana Tiongkok.
  4. Apa arti nama "Majapahit"?

    • Majapahit berasal dari kata "maja" (buah maja) dan "pahit". Konon, nama ini diberikan karena daerah pendirian Majapahit awalnya merupakan hutan yang banyak ditumbuhi pohon maja yang berbuah pahit.
  5. Apakah Majapahit masih ada hingga sekarang?

    • Tidak, Majapahit runtuh pada abad ke-16. Namun, warisannya masih dapat ditemukan dalam berbagai aspek budaya dan sejarah Indonesia.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar