Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Majapahit: Dinasti Hebat Dari Nusantara

Terbit : Senin, 11 Maret 2024 - Kategori : Blog

Majapahit: Dinasti Hebat dari Nusantara

Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat yang pernah berdiri di Nusantara. Didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, kerajaan ini mengalami masa keemasan pada abad ke-14 dan ke-15, menguasai wilayah yang luas dari Semenanjung Malaya hingga Papua.

Asal-usul dan Pendirian

Majapahit berawal dari Kerajaan Singasari, yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Setelah Singasari runtuh pada tahun 1292, Raden Wijaya, menantu Ken Arok, melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru di hutan Tarik. Kerajaan ini kemudian dikenal sebagai Majapahit, yang berarti "pahit yang sangat".

Masa Keemasan

Di bawah kepemimpinan raja-raja besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Gajah Mada, yang menjabat sebagai Mahapatih (perdana menteri) dari tahun 1331 hingga 1364, menjalankan politik ekspansi yang agresif, menaklukkan kerajaan-kerajaan tetangga dan membangun sebuah imperium yang luas.

Majapahit memiliki sistem pemerintahan yang terpusat dan birokrasi yang efisien. Kerajaan ini juga memiliki angkatan laut yang kuat, yang memungkinkan mereka menguasai jalur perdagangan laut di Nusantara.

Kejayaan Budaya

Selain kekuatan militernya, Majapahit juga terkenal dengan kejayaan budayanya. Kerajaan ini menjadi pusat seni, sastra, dan filsafat. Karya sastra terkenal seperti "Nagarakretagama" dan "Sutasoma" ditulis pada masa Majapahit.

Majapahit juga mengembangkan sistem kepercayaan yang unik, yang merupakan perpaduan antara agama Hindu-Buddha dan kepercayaan animisme lokal. Candi-candi megah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, dibangun sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.

Kemunduran dan Kejatuhan

Setelah kematian Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Perebutan kekuasaan dan perang saudara melemahkan kerajaan. Selain itu, munculnya kerajaan-kerajaan baru di Nusantara, seperti Demak dan Malaka, semakin mempersempit wilayah kekuasaan Majapahit.

Pada awal abad ke-16, Majapahit mengalami serangan dari Kesultanan Demak. Pada tahun 1527, ibu kota Majapahit, Trowulan, ditaklukkan oleh pasukan Demak, menandai berakhirnya kerajaan besar ini.

Warisan Majapahit

Meskipun Majapahit telah runtuh, warisannya terus hidup hingga hari ini. Kerajaan ini meninggalkan jejak yang mendalam pada budaya, bahasa, dan sejarah Nusantara.

Sistem pemerintahan terpusat dan birokrasi yang dikembangkan Majapahit menjadi dasar bagi kerajaan-kerajaan selanjutnya di Nusantara. Seni dan sastra Majapahit juga terus menginspirasi seniman dan penulis hingga saat ini.

Kesimpulan

Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat yang pernah berdiri di Nusantara. Di bawah kepemimpinan raja-raja besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 dan ke-15. Majapahit meninggalkan warisan yang kaya dalam bidang politik, budaya, dan sejarah, yang terus menginspirasi dan membentuk Nusantara hingga hari ini.

FAQ Unik

  1. Apa arti nama "Majapahit"?

    • "Pahit yang sangat", merujuk pada lokasi kerajaan yang awalnya berada di hutan yang pahit.
  2. Siapa yang membangun Candi Borobudur?

    • Candi Borobudur dibangun pada masa Kerajaan Syailendra, sebelum Majapahit berdiri. Namun, Majapahit kemudian melakukan renovasi dan pemugaran pada candi tersebut.
  3. Apa agama yang dianut oleh masyarakat Majapahit?

    • Perpaduan antara agama Hindu-Buddha dan kepercayaan animisme lokal.
  4. Apa penyebab utama kemunduran Majapahit?

    • Perebutan kekuasaan, perang saudara, dan munculnya kerajaan-kerajaan baru di Nusantara.
  5. Apa warisan terpenting Majapahit?

    • Sistem pemerintahan terpusat, birokrasi yang efisien, seni dan sastra yang kaya, dan pengaruh budaya yang mendalam pada Nusantara.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar