Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Kesultanan Mataram: Masa Keemasan Jawa Dalam Era Islam

Terbit : Sabtu, 9 Maret 2024 - Kategori : Blog

Kesultanan Mataram: Masa Keemasan Jawa dalam Era Islam

Kesultanan Mataram merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar dan terkuat di Nusantara yang pernah berdiri di Pulau Jawa. Kerajaan ini memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa keemasan Jawa di era Islam.

Asal-usul dan Pendirian

Kesultanan Mataram didirikan pada tahun 1575 oleh Ki Ageng Pemanahan, seorang bangsawan dari Pajang. Awalnya, Mataram hanyalah sebuah kadipaten kecil di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Namun, setelah Pajang mengalami kemunduran, Mataram secara bertahap memperluas wilayah kekuasaannya.

Masa Keemasan

Masa keemasan Kesultanan Mataram terjadi pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645). Di bawah kepemimpinannya, Mataram mencapai puncak kejayaan dan menjadi kerajaan yang disegani di Nusantara.

Sultan Agung melakukan berbagai kebijakan untuk memperkuat Mataram, di antaranya:

  • Ekspansi Militer: Mataram menaklukkan banyak kerajaan di Jawa, termasuk Banten, Cirebon, dan Madura.
  • Reformasi Birokrasi: Sultan Agung membagi wilayah Mataram menjadi beberapa kadipaten dan kabupaten yang dipimpin oleh bupati yang bertanggung jawab langsung kepada raja.
  • Perkembangan Ekonomi: Mataram mengembangkan pertanian, perdagangan, dan industri.
  • Kemajuan Budaya: Mataram menjadi pusat perkembangan budaya Jawa, dengan munculnya karya sastra, seni pertunjukan, dan arsitektur yang mengagumkan.

Keruntuhan

Setelah masa keemasan, Kesultanan Mataram mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Perpecahan Internal: Terjadi perebutan kekuasaan di antara anggota keluarga kerajaan.
  • Ancaman Eksternal: Mataram menghadapi ancaman dari VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda) yang mulai menguasai wilayah pesisir Jawa.
  • Bencana Alam: Mataram dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi yang menyebabkan kerusakan parah.

Pada tahun 1755, Kesultanan Mataram terpecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Kedua kerajaan ini merupakan penerus sah dari Kesultanan Mataram dan masih eksis hingga saat ini.

Warisan

Kesultanan Mataram meninggalkan warisan yang besar bagi Indonesia, di antaranya:

  • Persatuan Jawa: Mataram berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Jawa di bawah satu pemerintahan.
  • Kemajuan Budaya: Mataram menjadi pusat perkembangan budaya Jawa yang masih diwarisi hingga saat ini.
  • Sistem Pemerintahan: Sistem birokrasi yang dikembangkan oleh Mataram menjadi dasar bagi sistem pemerintahan Indonesia modern.

Kesimpulan

Kesultanan Mataram merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar dan terkuat di Nusantara yang memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia. Masa keemasannya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo menjadi puncak kejayaan Jawa di era Islam. Meskipun mengalami kemunduran, warisan Mataram tetap lestari hingga saat ini dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

FAQ Unik

  1. Apakah Sultan Agung memiliki kekuatan supranatural?
    Menurut legenda, Sultan Agung memiliki kemampuan untuk terbang dan berkomunikasi dengan roh.

  2. Apa nama istana kerajaan Mataram?
    Istana kerajaan Mataram dikenal sebagai Keraton Kartasura dan Keraton Surakarta.

  3. Apa makanan khas Kesultanan Mataram?
    Makanan khas Mataram antara lain gudeg, nasi liwet, dan sate klathak.

  4. Siapa tokoh sastra terkenal dari era Mataram?
    Tokoh sastra terkenal dari era Mataram adalah R. Ng. Ronggowarsito.

  5. Apakah ada situs arkeologi Kesultanan Mataram yang masih tersisa?
    Ya, ada beberapa situs arkeologi Kesultanan Mataram yang masih tersisa, seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar