Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Majapahit: Perjalanan Waktu Ke Zaman Kejayaan

Terbit : Rabu, 27 Maret 2024 - Kategori : Blog

Majapahit: Perjalanan Waktu ke Zaman Kejayaan

Di tengah rimbunnya hutan tropis Jawa Timur, tersembunyi sebuah kerajaan besar yang pernah menguasai Nusantara selama berabad-abad. Majapahit, sebuah nama yang menggemakan kejayaan masa lalu, mengundang kita untuk melakukan perjalanan waktu dan menjelajahi era keemasan peradaban Indonesia.

Asal-usul dan Berdirinya

Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, seorang pangeran dari Kerajaan Singasari. Setelah mengalahkan pasukan Mongol yang menginvasi Jawa, Wijaya mendirikan ibu kota baru di Trowulan, sebuah daerah yang terletak di dekat Sungai Brantas. Nama "Majapahit" berasal dari buah maja yang pahit, yang banyak ditemukan di sekitar ibu kota.

Masa Kejayaan

Di bawah kepemimpinan raja-raja besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Kerajaan ini menguasai wilayah yang luas, membentang dari Sumatra hingga Papua. Pada masa ini, Majapahit menjadi pusat perdagangan dan budaya di Asia Tenggara, menarik pedagang dan cendekiawan dari seluruh penjuru dunia.

Struktur Politik dan Pemerintahan

Majapahit memiliki sistem pemerintahan yang kompleks dan terorganisir. Raja adalah penguasa tertinggi, dibantu oleh seorang patih (perdana menteri) dan sejumlah menteri yang bertanggung jawab atas berbagai urusan kerajaan. Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa provinsi, masing-masing dipimpin oleh seorang bupati.

Kehidupan Sosial dan Budaya

Masyarakat Majapahit terdiri dari berbagai kelompok sosial, termasuk bangsawan, prajurit, petani, dan pedagang. Agama Hindu dan Buddha berkembang pesat, dan seni serta sastra mencapai puncak kejayaan. Kitab Sutasoma, sebuah karya sastra epik yang ditulis oleh Mpu Tantular, menjadi salah satu mahakarya sastra Jawa kuno.

Ekonomi dan Perdagangan

Majapahit memiliki ekonomi yang makmur, didorong oleh perdagangan dan pertanian. Kerajaan ini mengekspor rempah-rempah, beras, dan tekstil ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Pelabuhan-pelabuhan seperti Gresik dan Tuban menjadi pusat perdagangan yang ramai.

Kemunduran dan Kejatuhan

Kejayaan Majapahit mulai meredup pada abad ke-15. Konflik internal, serangan dari kerajaan tetangga, dan penyebaran agama Islam secara bertahap melemahkan kerajaan. Pada tahun 1478, Majapahit ditaklukkan oleh Kesultanan Demak, menandai berakhirnya era keemasan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Situs Arkeologi Trowulan

Hari ini, situs arkeologi Trowulan menjadi saksi bisu kejayaan Majapahit. Reruntuhan istana, candi, dan bangunan lainnya memberikan gambaran sekilas tentang kemegahan kerajaan masa lalu. Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, dan Candi Brahu adalah beberapa situs paling terkenal di Trowulan.

Kesimpulan

Majapahit adalah sebuah kerajaan besar yang meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Indonesia. Kejayaan, budaya, dan pengaruhnya masih dapat dirasakan hingga hari ini. Perjalanan ke situs arkeologi Trowulan menawarkan kesempatan unik untuk mengalami langsung masa keemasan peradaban Indonesia dan mengapresiasi warisan berharga yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita.

FAQ Unik tentang Majapahit

  1. Apa arti sebenarnya dari nama "Majapahit"?

    • Nama "Majapahit" berasal dari buah maja yang pahit, yang banyak ditemukan di sekitar ibu kota kerajaan.
  2. Siapa tokoh paling terkenal dalam sejarah Majapahit?

    • Gajah Mada, seorang patih yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya untuk menaklukkan seluruh Nusantara.
  3. Apa agama yang dianut oleh masyarakat Majapahit?

    • Hindu dan Buddha adalah agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Majapahit.
  4. Apa komoditas ekspor utama Majapahit?

    • Rempah-rempah, beras, dan tekstil merupakan komoditas ekspor utama Majapahit.
  5. Bagaimana Majapahit akhirnya runtuh?

    • Majapahit runtuh karena konflik internal, serangan dari kerajaan tetangga, dan penyebaran agama Islam.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar