Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Majapahit: Menjejak Kembali Kejayaan Zaman Lampau

Terbit : Rabu, 6 Maret 2024 - Kategori : Blog

Majapahit: Menjejak Kembali Kejayaan Zaman Lampau

Majapahit, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berjaya di Nusantara pada abad ke-13 hingga ke-16, meninggalkan jejak kejayaan yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Dengan wilayah kekuasaannya yang membentang dari Sumatra hingga Papua, Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di Asia Tenggara.

Asal-Usul dan Kejayaan Majapahit

Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, seorang bangsawan Singasari yang berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang menginvasi Jawa. Di bawah kepemimpinan Raden Wijaya dan penerusnya, Majapahit berkembang pesat menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan.

Kejayaan Majapahit mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389). Pada masa ini, Majapahit menguasai sebagian besar wilayah Nusantara, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Kerajaan ini juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga, seperti Tiongkok, India, dan Siam.

Warisan Budaya dan Arsitektur

Majapahit meninggalkan warisan budaya dan arsitektur yang kaya. Salah satu peninggalan yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, sebuah candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9. Candi ini merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO dan menjadi tujuan wisata yang populer.

Selain Borobudur, Majapahit juga meninggalkan banyak candi dan situs arkeologi lainnya, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Singosari. Candi-candi ini menampilkan arsitektur yang indah dan relief yang menggambarkan kisah-kisah mitologi Hindu dan Buddha.

Sistem Pemerintahan dan Ekonomi

Majapahit memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dengan baik. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang dibantu oleh para menteri dan pejabat. Majapahit juga memiliki sistem hukum yang mengatur kehidupan masyarakat.

Ekonomi Majapahit bergantung pada pertanian, perdagangan, dan pertambangan. Kerajaan ini memiliki pelabuhan-pelabuhan yang ramai, seperti Gresik dan Tuban, yang menjadi pusat perdagangan dengan negara-negara lain. Majapahit juga memproduksi barang-barang kerajinan tangan, seperti kain batik dan keramik.

Kemunduran dan Kejatuhan

Pada akhir abad ke-15, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Perang saudara dan pemberontakan melemahkan kerajaan. Selain itu, munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa, seperti Demak dan Cirebon, juga menjadi ancaman bagi Majapahit.

Pada tahun 1527, Majapahit ditaklukkan oleh Demak. Kerajaan ini kemudian terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil dan akhirnya lenyap pada abad ke-16.

Penemuan Kembali dan Pelestarian

Pada abad ke-19, para arkeolog mulai meneliti dan menggali situs-situs Majapahit. Penemuan mereka mengungkapkan kekayaan budaya dan kejayaan kerajaan ini. Sejak saat itu, pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk melestarikan dan melindungi peninggalan Majapahit.

Candi-candi dan situs arkeologi Majapahit kini menjadi destinasi wisata yang populer. Pemerintah juga telah mendirikan museum dan pusat informasi untuk memberikan informasi tentang sejarah dan budaya Majapahit.

Kesimpulan

Majapahit merupakan kerajaan besar dan berpengaruh yang meninggalkan jejak kejayaan yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Warisan budaya dan arsitekturnya menjadi bukti kehebatan dan kreativitas masyarakat Majapahit. Dengan melestarikan dan melindungi peninggalan Majapahit, kita dapat terus belajar dan menghargai sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia.

FAQ Unik

  1. Apakah Majapahit memiliki angkatan laut yang kuat?
    Ya, Majapahit memiliki angkatan laut yang kuat yang digunakan untuk melindungi wilayah kekuasaannya dan melakukan ekspedisi ke luar negeri.

  2. Apakah Majapahit pernah menguasai wilayah di luar Nusantara?
    Ya, Majapahit pernah menguasai wilayah di Semenanjung Malaya dan Kamboja.

  3. Apa nama kitab hukum yang digunakan di Majapahit?
    Kitab hukum yang digunakan di Majapahit adalah Kitab Hukum Adityawarman.

  4. Apakah Majapahit memiliki sistem pendidikan yang maju?
    Ya, Majapahit memiliki sistem pendidikan yang maju yang meliputi pendidikan agama, sastra, dan seni.

  5. Apa makanan pokok masyarakat Majapahit?
    Makanan pokok masyarakat Majapahit adalah nasi, yang dimakan bersama dengan lauk-pauk seperti ikan, daging, dan sayuran.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar