Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Keris Perundhaan Mataram

Terbit : Minggu, 10 Maret 2024 - Kategori : Blog

Keris Perundhaan Mataram: Warisan Budaya Jawa yang Berharga

Keris Perundhaan Mataram adalah salah satu jenis keris yang sangat dihormati dan dihargai dalam budaya Jawa. Keris ini memiliki sejarah panjang dan terkait erat dengan Kerajaan Mataram Islam yang berkuasa di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-16 hingga ke-18.

Asal-Usul dan Sejarah

Keris Perundhaan Mataram diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645). Sultan Agung dikenal sebagai seorang penguasa yang kuat dan berwawasan luas, dan ia sangat tertarik pada budaya dan seni. Di bawah pemerintahannya, keris mengalami perkembangan pesat dan menjadi simbol kekuasaan dan prestise.

Nama "Perundhaan" berasal dari kata "rundha" yang berarti "menjaga". Keris ini dipercaya memiliki kekuatan gaib untuk melindungi pemiliknya dari bahaya dan membawa keberuntungan. Oleh karena itu, keris Perundhaan Mataram sering digunakan sebagai pusaka keluarga atau diwariskan dari generasi ke generasi.

Ciri-Ciri Khas

Keris Perundhaan Mataram memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis keris lainnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

  • Dapur: Dapur keris Perundhaan Mataram yang paling umum adalah dapur Nagasasra, Brojol, dan Tilam Upih.
  • Bilah: Bilah keris biasanya terbuat dari besi baja dan memiliki pamor yang khas, seperti pamor beras wutah, pamor blarak sineret, dan pamor adeg.
  • Warangka: Warangka atau sarung keris biasanya terbuat dari kayu cendana atau gading, dan dihias dengan ukiran yang rumit.
  • Pendok: Pendok atau pegangan keris biasanya terbuat dari logam kuningan atau perak, dan memiliki bentuk yang ergonomis.

Fungsi dan Makna

Keris Perundhaan Mataram memiliki beberapa fungsi dan makna dalam budaya Jawa. Fungsi utamanya adalah sebagai senjata pusaka yang digunakan untuk melindungi pemiliknya dari bahaya. Selain itu, keris ini juga dianggap sebagai simbol status sosial dan kekuasaan.

Dalam konteks spiritual, keris Perundhaan Mataram dipercaya memiliki kekuatan gaib yang dapat membawa keberuntungan, menolak bala, dan melindungi pemiliknya dari pengaruh negatif. Oleh karena itu, keris ini sering digunakan sebagai jimat atau benda pusaka yang dihormati.

Nilai Budaya dan Pelestarian

Keris Perundhaan Mataram memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Jawa. Keris ini merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pelestarian keris ini sangat penting untuk menjaga kelestarian budaya Jawa dan menghargai kekayaan seni dan tradisi leluhur.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Keris Perundhaan Mataram sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2014. Hal ini menunjukkan pengakuan dan upaya pemerintah untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini.

Kesimpulan

Keris Perundhaan Mataram adalah warisan budaya Jawa yang sangat berharga dan dihormati. Keris ini memiliki sejarah panjang, ciri-ciri khas, dan fungsi serta makna yang penting dalam budaya Jawa. Pelestarian keris ini sangat penting untuk menjaga kelestarian warisan budaya dan menghargai kekayaan seni dan tradisi leluhur.

FAQ Unik

  1. Apa bahan yang digunakan untuk membuat bilah Keris Perundhaan Mataram?

    • Besi baja
  2. Dari mana asal nama "Perundhaan"?

    • Kata "rundha" yang berarti "menjaga"
  3. Apa fungsi utama Keris Perundhaan Mataram?

    • Melindungi pemiliknya dari bahaya
  4. Apakah Keris Perundhaan Mataram memiliki kekuatan gaib?

    • Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, dipercaya memiliki kekuatan gaib untuk membawa keberuntungan dan menolak bala.
  5. Bagaimana cara melestarikan Keris Perundhaan Mataram?

    • Diwariskan dari generasi ke generasi, disimpan di museum, dan dilindungi oleh pemerintah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar