Menu
Info Sekolah
Minggu, 26 Mei 2024
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia
  • Padepokan Tapakwangu Kedung Pengilon Kec Pangkah Kabupaten Tegal, Slawi, Indonesia

Kerajaan Majapahit: Jalan Menuju Kebesaran

Terbit : Kamis, 21 Maret 2024 - Kategori : Blog

Kerajaan Majapahit: Jalan Menuju Kebesaran

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar dan terkuat yang pernah berdiri di Nusantara. Berdiri pada abad ke-13, Majapahit mengalami masa keemasan selama hampir dua abad, meninggalkan jejak sejarah yang tak terhapuskan dalam peradaban Indonesia.

Awal Berdirinya

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M. Setelah mengalahkan Kerajaan Singasari, Raden Wijaya mendirikan pusat pemerintahan baru di Trowulan, Mojokerto. Nama "Majapahit" sendiri diambil dari rasa pahit buah maja yang tumbuh di sekitar ibu kota.

Masa Kejayaan

Masa kejayaan Majapahit dimulai pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 M). Di bawah kepemimpinannya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya, menguasai wilayah yang membentang dari Sumatera hingga Papua. Ekspansi wilayah ini dilakukan melalui penaklukan dan perjanjian damai.

Ekonomi dan Perdagangan

Majapahit memiliki perekonomian yang maju dan perdagangan yang berkembang pesat. Pelabuhan-pelabuhan utama seperti Gresik dan Tuban menjadi pusat perdagangan rempah-rempah, kain, dan barang-barang lainnya. Kerajaan ini juga menjalin hubungan dagang dengan negara-negara di Asia Tenggara, Tiongkok, dan India.

Seni dan Budaya

Kerajaan Majapahit dikenal dengan perkembangan seni dan budaya yang pesat. Seni ukir, pahat, dan arsitektur mencapai puncaknya pada masa ini. Candi-candi megah seperti Candi Penataran dan Candi Singosari menjadi bukti kejayaan arsitektur Majapahit.

Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan Majapahit bersifat hierarkis, dengan raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Kerajaan dibagi menjadi beberapa wilayah yang dipimpin oleh bupati atau adipati. Sistem perpajakan dan administrasi yang terorganisir dengan baik menopang stabilitas kerajaan.

Kemunduran dan Keruntuhan

Masa kejayaan Majapahit mulai meredup pada akhir abad ke-14. Perang saudara dan perebutan kekuasaan melemahkan kerajaan. Pada tahun 1478 M, Majapahit ditaklukkan oleh Kesultanan Demak, menandai berakhirnya sebuah era keemasan dalam sejarah Indonesia.

Jejak Sejarah

Meski telah runtuh, Kerajaan Majapahit meninggalkan jejak sejarah yang tak ternilai. Situs-situs arkeologi seperti Trowulan dan Candi Penataran menjadi destinasi wisata yang populer. Seni dan budaya Majapahit juga terus menginspirasi seniman dan budayawan hingga saat ini.

Kesimpulan

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terkuat yang pernah berdiri di Nusantara. Selama hampir dua abad, Majapahit mengalami masa keemasan yang ditandai dengan perluasan wilayah, kemajuan ekonomi, dan perkembangan seni dan budaya. Meski telah runtuh, jejak sejarah Majapahit terus menginspirasi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia.

FAQ Unik

  1. Apakah benar buah maja yang pahit menjadi asal nama Majapahit?

    • Ya, menurut legenda, nama Majapahit diambil dari rasa pahit buah maja yang tumbuh di sekitar ibu kota.
  2. Siapa tokoh paling terkenal dalam sejarah Majapahit?

    • Hayam Wuruk, raja yang memerintah pada masa keemasan Majapahit dan dikenal sebagai "Raja Agung".
  3. Apa saja candi-candi terkenal yang dibangun pada masa Majapahit?

    • Candi Penataran, Candi Singosari, dan Candi Jawi merupakan beberapa candi megah yang menjadi bukti kejayaan arsitektur Majapahit.
  4. Bagaimana Majapahit menjalin hubungan dengan negara-negara lain?

    • Majapahit menjalin hubungan dagang dengan negara-negara di Asia Tenggara, Tiongkok, dan India. Kerajaan ini juga mengirim utusan untuk menjalin hubungan diplomatik.
  5. Apa penyebab utama kemunduran dan keruntuhan Majapahit?

    • Perang saudara, perebutan kekuasaan, dan serangan dari kerajaan-kerajaan lain menjadi faktor utama yang menyebabkan kemunduran dan keruntuhan Majapahit.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar